Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2014

Landmark Terkenal Dunia yang Ternyata Punya Kembaran


Gedung putih, Stonehenge, Mount Rushmore, London's Tower Bridge, dan Taj Mahal adalah beberapa landmark terkenal di dunia. Siapa sangka kelima landmark tersebut ternyata memiliki kembaran atau replika yang dibangun di tempat berbeda. Penasaran? Apakah kembaran mereka mirip dengan aslinya? Berikut adalah lima landmark terkenal dunia yang ternyata punya kembaran atau replika. Yuk mari kita simak bersama!

  
1. Gedung Putih


Hanya terletak beberapa mil di luar McLean, Virginia, Amerika Serikat, terdapat sebuah replika yang lebih kecil dari Gedung Putih aslinya, yang dijual pada tahun 2011. Replika rumah presiden Amerika ini dijual dengan harga USD 4,65 juta atau sekitar Rp 53 miliar. Eksterior bangunan ini bahkan memiliki tingkat kemiripan yang mencolok dengan aslinya. 


Replika ini juga mempunyai ikon Truman Balcony, ruang makan Lincoln, dan Oval Office yang dimiliki oleh Gedung Putih yang asli. Rumah itu kabarnya dibangun khusus untuk orang Selandia Baru yang meminta namanya tidak disebutkan untuk menjaga privasinya. Butuh waktu tujuh tahun untuk membuat replika Gedung Putih, dan replika tersebut dibangun oleh seorang insinyur asal Vietnam yang berimigrasi ke Amerika setelah mendapatkan gelar PhD.

  

2. Mount Rushmore National Memorial

 

Mount Rushmore National Memorial adalah sebuah landmark terkenal yang dibangun di Gunung Rushmore dekat Keystone, South Dakota, Amerika Serikat. Patung ini diukir pada tebing granit yang menampakkan empat wajah presiden terkenal Amerika. Namun rupanya, replika landmark ini juga pernah dijumpai di sebuah taman di Chongqing, China, dari tahun 1937 sampai 1945. 

Menurut situs Dale di China, pemerintah China sengaja membangun replika itu untuk menghormati orang - orang Amerika yang membantu mengalahkan Jepang. Karena selama tahun - tahun itu, China sedang berada dalam perang yang panjang dan berdarah, terutama dengan Jepang.

 


3. Stonehenge

 

Stonehenge adalah monumen prasejarah yang terletak di Wiltshire, Inggris, sekitar 2 km sebelah barat Amesbury dan 8 km sebelah utara Salisbury. Para arkeolog percaya bahwa Stonehenge dibangun pada 3000 SM sampai 2000 SM.

Replika monumen prasejarah tersebut dibangun dengan ukuran yang sama di Maryhill, Washington, Amerika Serikat. Di bangun pada awal abad 20 oleh seorang pengusaha bernama Samuel Hill, replika ini didedikasikan pada 4 Juli 1918 sebagai monumen pertama untuk menghormati mereka yang tewas dalam Perang Dunia I.

 


4. Londons Tower Bridge


Tower Bridge adalah sebuah jembatan yang menjadi salah satu landmark kota London. Jembatan ini melintasi Sungai Thames dan berada dekat dengan Tower of London. Dibangun pada 22 April 1886, jembatan ini kemudian dibuka untuk umum pada 30 Juni 1894. Horace Jones dan George D Stephenson adalah arsitek yang berperan penting dalam pembangun jembatan ini. Replika London's Tower Bridge juga dapat ditemui di Suzhou, China. Bedanya, Tower Bridge versi China tidak tidak memiliki mekanisme untuk memungkinkan kapal lewat di bawahnya.




5. Taj Mahal



Taj Mahal adalah sebuah bangunan bersejarah yang berlokasi di Agra, Uttar Pradesh, India. Ini dibangun oleh Kaisar Mughal, Shah Jahan, untuk mengenang istri ketiganya, Mumtaz Mahal. Taj Mahal juga dianggap sebagai contoh terbaik dari arsitektur Mughal, yang mengombinasikan unsur-unsur arsitektur Islam, Persia, Ottoman Turki dan India.

Sementara itu, replika Taj Mahal dibangun Bangladesh, atau terletak 10 km di sebelah timur ibukota Bangladesh, Dhaka, di Sonargaon. Ahsanullah Moni, seorang pembuat film yang kaya dari Bangladesh, mengumumkan proyek pembuatan replika Taj Mahal pada Desember 2008. Proyek tersebut menelan biaya sekitar USD 56 juta atau sekitar Rp 639 miliar.

 

Inilah lima landmark terkenal dunia yang ternyata punya kembaran.







Saleum Rakan

Rabu, 26 Februari 2014

Sejarah Putroe Phang


Pada abad ke-17 Kesultanan Aceh Darussalam di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda mengalami masa keemasan dan termasuk salah satu kekuatan adi daya di dunia khususnya di kawasan Selat Malaka.


Di balik kesuksesan seorang laki-laki selalu ada orang perempuan di balik layar. Bagi Sultan Iskandar Muda, perempuan di balik layar itu adalah permaisurinya yang bernama Puteri Pahang yang dalam bahasa Aceh lebih dikenal dengan sebutan Putroe Phang.

Perkenalan Sultan Iskandar dengan Puteri Pahang ini berawal ketika Aceh Darussalam berhasil menaklukkan Pahang. Bersamaan dengan itu, keluarga istana Pahang bersama sekitar 10.000 penduduknya berimigrasi ke Aceh untuk memperkuat pasukan Sultan Iskandar Muda.

Sultan Iskandar Muda rupanya tertarik dengan seorang puteri dan Pahang yang bernama Puteri Kamaliah. Puteri Kamaliah kemudian dinikahi Sultan Iskandar Muda dan diangkat menjadi permaisurinya. Karena Puteri Kamaliah berasal dan Pahang, rakyat Aceh memanggilnya dengan Putroe Phang.

Puteri Kamaliah masyhur karena cerdas dan bijaksana dalam memutuskan persoalan yang dihadapi masyarakat Aceh Darussalam. Pada suatu hari, terdapat kasus pembagian harta waris dengan dua ahli waris yakni seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Adapun harta yang menjadi objek pembagian adalah berupa sawah dan rumah. Diputuskan bahwa anak perempuan mendapatkan sawah sedangkan anak laki-lakinya mendapat rumah.

Anak perempuan tersebut tidak menerima keputusan tersebut dan melakukan banding. Mendengar kasus tersebut, Putroe Phang langsung meresponnya dan membela perempuan tersebut dengan argumen bahwa wanita tidak mempunyai rumah dan tidak dapat tinggal di meunasa (mushola) sedangkan anak laki-laki dapat tinggal di musola. Oleh karena itu, yang layak menerima rumah adalah wanita sedangkan yang layak menerima sawah adalah anak laki-laki. Argumen Putroe Phang itu kemudian disetujui oleh Sultan Iskandar Muda.

Sejak itu, Puteri Kamaliah yang lebih dikenal oleh masyarakat Aceh sebagai Putroe Phang itu menjadi rujukan dalam penyelesaian masalah hukum.

Kerja sama Sultan Iskandar Muda yang gagah, berani, dan adil dengan Permaisuri Putroe Phang yang bijaksana dan selalu membela rakyat yang lemah terutama wanita dan kaum papah mengantarkan kejayaan Aceh menuju masa keemasan.

Di samping Permaisuri Putroe Phang yang berkontribusi bagi pembangunan Aceh Darussalam, terdapat pula beberapa lembaga pemerintahan. Secara struktural, Sultan Iskandar Muda merupakan pemimpin eksekutif tertinggi yang dibantu beberapa pejabat tinggi. Mereka adalah Qadhi Malikul Adil dengan empat orang mufti di bawahnya, Menteri Dirham (keuangan), Baitul Mal yang dibawahnya ada Balai Furdhan (bea cukai).

Di samping lembaga eksekutif terdapat pula lembaga musyawarah yang terdiri atas :
1)           Balairung Sari, terdiri atas empat anggota hulubalang
2)           Balal Gading, terdiri atas 22 ulama
3)           Balai Majelis Mahkamah Rakyat (Parlemen), terdiri atas 73 anggota yang mewakili setiap mukim (daerah), Aceh Darussalam dibagi atas 73 mukim.

Balai Sari dan Balai Gading masih merupakan rumpun lembaga eksekutif sedangkan Balai Majelis Mahkamah Rakyat masuk dalam rumpun lembaga legislatif.

Lembaga-lembaga ini secara resmi dibentuk pada tanggal 12 Rabiul Awal 1042 (1633) dan ditulis dalam suatu undang-undang yang disebut dengan Qanun Al-Asyi Darussalam.

Perkawinan Sultan Iskandar Muda dengan Puteri Kamaliah dianugerahi seorang puteri yang bernama Puteri Sari Alam yang menikah dengan Sultan Iskandar Tsani dan setelah suaminya itu meninggal Puteri Sari Alam naik tahta menjadi Sultanah dengan gelar Sultanah Tajul Alam Safiatuddin.

Sultan lskandar Tsani juga dikenal dengan Raja Mughal. Ia adalah putera dan Raja Ahmad Syah Pahang. yang termasuk keluarga Pahang yang dibawa Sultan Iskandar Muda ke Aceh. Nama asli Puteri Pahang adalah Puteri Jamilah (ada yang menyebut “Kamaliah”) yang juga terkenal dengan nama Putroe Phang. Menurut satu riwayat. perkawinan Puteri Pahang dengan Sultan Iskandar Muda berlangsung setelah melalui peristiwa yang sangat luar biasa.

Pada suatu hari Sultan Pahang bersama Permaisurinya yang bernama Puteri Jamaliah (Putroe Phang) menghadap Sultan Iskandar Muda dan dalam pertemuan itu Sultan Pahang yang bernama Raja Abdullah (Raja Raden) menyatakan mengetahui niat suci Iskandar Muda menaklukan kerajaannya demi memperjuangkan agama dan menyingkirkan kawasan Melayu dan imperialis Barat dan untuk itu rela menceraikan istrinya untuk dinikahi Sultan Iskandar Muda.

Setelah mendapatkan persetujuan dan keluarga permaisuri Puteri Sendi Ratna Indra (permaisuri pertama). Sultan Iskandar Muda bercerai dengan Puteri Sendi Ratna Indra. Setelah masing-masing istri menyelesaikan masa iddahnya, Sultan Iskandar menikah dengan Puteri Jamaliah dan Raja Abdullah menikah dengan Puteri Sendi Ratna lndra.

Bukti cinta Sultan Iskandar Muda terhadap Putroe Phang adalah bangunan Gunongan. Bangunan ini dibangun untuk membuktikan cintanya kepada Putroe Phang.

Putroe Phang sangat berpengaruh dalam pemerintahan dan penyusunan undang-undang kerajaan sampai-sampai lahir semboyan :

Adat bak Poeu Meureuhom
Hukum bak Syiah Kuala
Qanun bak Putroe Phang
Reusam bak Bentara

Artinya :
Adat dari Marhum Mahkota Alam
Hukum dan Syiah Kuala
Qanun dan Puteri Pahang
Resam dan Bentara (‘uleebalang)
Adat meukoh reubung
Hukum Meukoh purih
Adatjeutabarangho taking
Hukum hanjuet barangho takih

Artinya :
Adat dapat dipotong seperti memotong rebung
Hukum seperti memotong sagak (hujung buluh keras)
Hukum tak dapat diatur dengan semena-mena
(melainkan wajib didasarkan Quran dan Hadis)

Ketika Putri Phang mangkat, upacaranya dilakukan dengan megah dan khidmat. Kain jendela dan tirai Istana Keraton Darud Dunia diganti dengan kain warna hitam. Upacara pelepasan dilaksanakan dengan khidmat seperti dilukiskan oleh Muhammad Junus Djamil sebagai berikut :

“Ketika jenazah diturunkan dan Istana, Sultan Iskandar Muda turun di depan, didampingi dua bentara keraton yang berpakaian serba hitam berselempang merah. Yang di sebelah kanan memegang pedang terhunus bersandar di bahu kanannya dan yang disebelah kirinya memegang payung hitam terbuka yang disebut Payoong panyang-go. Di Mideuen (halaman istana) telah siap segenap barisan dan setelah berhenti sejenak tampil ke muka bentara Keujruen Tandil Keraton Darud Dunia (Tandil Mujahid Chik Seri Dewa Purba) untuk mengucap berita duka dan memohon doa selamat kepada Allah SWT serta selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Keranda jenazah yang berhias serba indah dengan hiasan keemasan dan permata diletakkan di atas tandu keemasan yang berbentuk segitiga. Masing-masing ujung segitiga dipikul oleh tiga pembesar dan tiga dewan negara, yaitu dewan Mong-mong Angkatan Laut, Angkatan Darat. Didepan sekali berdiri Ketua Dewan Mufti empat (Khuja Madinah) yang lebih terkenal dengan Khuja Pakeh yang berpakaian serba putih (sorban dan jubah) dengan tongkat di tangan kanannya. Di belakangnya diikuti dua pembesar negara Perdana Menteri Seri Ratna Bijaya Sang Raja Meukuta Dilamcaya yang bernama Orang Kaya Seri Maharaja Laila dan Qodli Malikul Adil, keduanya memegang jambangan air mawar yang dibuat dari emas berhias permata. Di belakang mereka, dua orang Bentara yang membawa jambangan teurapan-geutanggi yang mengeluarkan asap dari pembakaran ramuan-ramuan setanggi yang harum semerbak baunya.

Di sebelah kanan keranda (peti jenazah) berdiri Laksamana Meurah Ganti yang berpakaian serba hitam, berselimpang merah serta pedang yang terhunus bersandar di bahunya. Di sebelah kiri berdiri Bentara Tandil (Datuk Bendahara Muhammad Tun Sari Lanang) yang mengembangkan payung kuning keemasan yang berumbai mutiara ke atas keranda dan beliau juga berpakaian hitam dan teungkulook leumbayung di kepalanya, serta berselempang merah. Di bagian belakang jenazah (diantara dua cabang tandu) berdiri Seri Sultan Iskandar Muda yang diikuti di belakangnya sebelah kanan oleh Putera Mahkota (Poteu Cut) dan di belakang sebelah kiri adalah menantu beliau, Pangeran Husain Mughayat Syah bin Sultan Ahmad Perak. Di belakangnya barulah barisan menteri-menteri dan raja-raja serta iringan yang berjumlah ratusan mengikuti di belakang mereka.

Setelah selesai ucapan berita duka barisan bergerak menuju Masjid Raya Baiturrahman dan setelah selesai upacara shalat jenazah, jenazah kembali ke Kraton Darud Dunia dan terus menuju ke pemakaman raja-raja/Sultan. Keranda jenazah dibawa masuk ke dalam makam lalu dilaksanakan upacara pemakaman. Yang turun ke dalam liang lahat adalah Laksamana Meurah Ganti dan Datuk Bendahara Muhammad Tun Seri Lanang (Bentara Tandil Samalanga). Ke dalam Keranda ditungkanlah emas urai (pasir tanah) sekitar tubuh jenazah Putroe Pahang, keranda (peti mati) ditutup lalu di timbun dengan tanah sebagaimana biasa dan acara pemakaman selesai.






Saleum Rakan

Objek Wisata di Nanggroe Aceh Darussalam



Tempat wisata Aceh - Aceh merupakan provinsi paling barat di Indonesia, Aceh merupakan provinsi yang memiliki keistimewan tersendiri di Wilayah Indonesia bukan hanya daerahnya yang istimewa ternyata tempat wisata di Aceh juga sangat istimewa indah banyak tempat tujuan wisata di Aceh yang memiliki pesona yang luar biasa.


Nanggroe Aceh Darussalam ( NAD ) adalah sebuah provinsi diujung Pulau Sumatera  beribu kota Banda Aceh. Berbatasan dengan Sumatera Utara dan Laut Cina Selatan. NAD terdiri dari 23 Kabupaten / Kota dengan total luas 56.500 Km2. NAD memiliki suku asli Aceh, Gayo Alas, Tamiang & Siemeleu. Jika ekuitas di era saat ini masing - masing suku yang berbaur dengan suku - suku lain, baik dengan atau dengan imigran asli. Populasi hampir 99% dari NAD beragama Islam. Karena hal tersebut provinsi ini disebut Serambi Mekkah, karena secara historis  pertama kalinya Islam masuk ke Indonesia melalui Aceh.

 

NAD yang sekarang Anda akan melihat jauh berbeda, lebih modern, pembangunan yang lebih cepat, meskipun pada 26 Desember 2004 Provinsi ini dihancurkan oleh tsunami. Propinsi NAD masih memiliki hutan yang sangat luas, budaya masih kuat di genggaman dan memiliki sejarah yang luar biasa. Hal ini dapat Anda lihat dari banyaknya pemakaman dan Istana Raja, Sultan, Syekh, dan Ketua wilayah di masa lalu. NAD juga memiliki alam yang luar biasa indahnya, banyak air terjun, sumber air panas alam dan keindahan panorama pantai dari awal Kota Langsa sampai kota Banda Aceh.





Mesjid Raya Baitulrahman ( Banda Aceh)

 
 Masjid Baiturrahman Banda Aceh

Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama.

Mesjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda ( 1873-1904 ).

Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan ( 1879-1993 ).

Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh.

Belum lengkap jika anda ke kota Banda Aceh belum mengunjungi Masjid raya Baiturrahman. Masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Aceh, yang merupakan landmark dan ikon Banda Aceh. Ini adalah masjid bersejarah karena masjid ini dibakar beberapa kali oleh Belanda, untuk pesta masjid menjadi simbol perjuangan Aceh melawan penjajah Belanda. Masjid Baiturrahman juga merupakan sejarah tsunami pada bulan Desember 2004, karena pada peristiwa Tsunami masjid Baiturrahman masih berdiri kokoh meski dihantam gelombang tsunami.



Panta Terong ( Aceh Tengah )


Pantan Terong adalah sebuah bukit yang terletak di puncak bukit dataran tinggi Gayo. Di tempat ini kita bisa melihat ibu kota Aceh Tengah dan danau Laut Tawar secara keseluruhan, lapangan pacuan kuda di Kecamatan Pegasing, Bandara Udara Rembele dari atas, dengan diapit serta dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok. Pantan Terong terletak di Kecamatan Bebesan, 7.5 km dari kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah



Air Terjun Blang Kolam ( Aceh Utara )






Air Terjun Blang Kolam Berlokasi di hutan yang teduh dan terdapat di Kabupaten Aceh Utara dengan ketinggian sekitar 75 Meter. Tempatnya yang sejuk dengan alam yang masih asri sekali. Bagi yang ingin merasakan dinginnya air terjun, bisa berendam disini atau sekedar bersantai diakhir pekan. Tempat ini sangat cocok sebagai rekreasi keluarga. dan Air Terjun Blang Kolam pun kembali menunjukan kegairahannya, bagaimanapun air terjun blang kolam pernah menjadi tempat favorit.

Untuk mencapai lokasi Blang Kolam sebenarnya tidak sulit, cukup banyak jalur yang bisa ditempuh, bisa melalui Cunda Kota Lhokseumawe, Kandang Aceh Utara dan kawasan muara satu kota lhokseumawe, namun sayang kondisi jalan. menuju objek Wisata Blang Kolam sangat memprihatinkan. Selain hal itu, kondisi jalan yang terjal dan licin juga menjadi salah satu penghambat bagi pengunjung yang ingin menikmati objek wisata ini. Hal lain yang kurang dalam objek wisata ini adalah sarana pendukung seperti Mushalla, MCK, dan tali pembatas jalur. Sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Sudah berjanji, akan melakukan renovasi objek wisata ini sejak 2009.



Gunung Selawah Agam ( Aceh Besar )

Gunung Seulawah Agam Kabupaten Aceh Besar. Seulawah Agam kaya akan berbagai Flora dan Fauna. Sebut saja Harimau Sumatera ( Panthera Tigris Sumatraensis ), Kedih ( Presbytis Thomasi ), Burung Rangkong ( Buceros Rhinocerous ), dan Jamur ( Fungi ) berbagai species serta satwa - satwa lainnya. Menurut kabar, nantinya Seulawah Agam dan kembarannya Seulawah Inong akan dijadikan sebagai kawasan konservasi. Itu penting, mungkin saja mengingat perambahan kayu kian marak saja di sana.



Gunung Borni Telong ( Bener Meriah )


Gunung Burni Telong adalah gunung yang terletak di Kabupaten Bener Meriah dan telah mejadi ciri khas dari Kabupaten Tersebut. Gunung Burni Telong adalah gunung berapa Aktif dan pernah meletus pada Tanggal 7 Desember 1924 menyebabkan kerusakan hebat lingkungan sekitarnya termasuk lahan pertanian dan perkampungan. Burni Telong yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan gunung yang terbakar, berada di ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Gunung ini hanya berjarak lima kilometer dari Redeolong, ibu kota Kabupaten Bener Meriah dan Bandar Udara Rembele ( RBL ).

Untuk mencapai gunung yang sering disebut Burni Cempege ( gunung yang penuh belerang–red ), ada beberapa jalur. Salah satunya, melalui Jalur Edelwais. Dinamakan Edelwais karena di sepanjang jalur itu ditumbuhi bunga Edelwais yang oleh masyarakat Gayo dipercayai sebagai Bunga Abadi. Jalur ini diawali dengan jalan aspal mulai dari simpang jalan utama Takengon - Bireuen sampai ke lereng Burni Telong tepatnya di desa Bandar Lampahan Kecamatan Timang Gajah yang berjarak 3 Km.

Bila mau melakukan Pendakian sebaiknya berkonsultasi dulu dengan pemuda - pemuda setempat atau mengajak satu dua orang dari mereka turut serta, kecuali anda sudah mengenal betul medan dan jalur pendakian Gunung Burni Telong. Kondisi lapangan untuk mencapai ke ketinggian puncak memang agak terjal. Tapi, jalur dari Bandar Lampahan menuju lereng gunung merupakan pilihan favorit para pecinta alam atau pendaki gunung.

Setelah melewati medan terjal, kita menemukan sebuah gua, yang sering digunakan pendaki sebagai tempat menginap bila ingin bermalam untuk beberapa hari. Di ketingian Burni Telong, hamparan pohon pinus memanjakan mata Anda Inilah satu - satunya gunung berapi aktif di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah.



Makam Kerkhoff

 

Pintu Gerbang Komplek Pemakaman Kerkhoff Banda Aceh
Pemakaman Tentara Belanda Kerkhoff Banda Aceh


Banda Aceh memiliki Komplek kuburan militer Belanda, Kerkhoff. Ini adalah salah satu Komplek pemakaman tentara Kolonial yang terbesar di dunia, sekitar 2.200 tentara, termasuk empat jenderal dimakamkan di sini, disini tempat para pejuang Aceh yang sangat gigih melawan Belanda colonialism. Perang Aceh terjadi di 1873-1904, perang yang menjadi Sejarah buat Belanda, ini adalah perang paling pahit yang dialami tentara Belanda.

Kerkhoff adalah Komplek Pemakaman kedua terbesar setelah Komplek Pemakaman Tentara Belanda yang terbesar di Belanda. Pemakaman Kerkhoff menjadi tempat Wisata yang menarik, terutama bagi wisatawan asing dari Belanda. Sampai saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat menghormati warga Banda Aceh karena Masyarakat setempat telah merawat dengan Rapi Komplek Pemakaman ini.

 



Goa Putri Pukes

 


Objek Wisata Goa Batu Putri Pukes 



 
Batu Putri Pukes

Goa Putri Pukes adalah salah satu objek wisata di kabupaten Aceh Tengah. Kisah ini menjadi legenda di antara mayarakat sekitar. Benar atau tidak legenda Putri Pukes, sampai sekarang tidak ada yang tahu. Goa Putri Pukes kini telah menjadi Tempat Wisata. Di dalam gua ada batu yang diyakini sebagai Putri Pukes, ada kendi & memiliki kursi batu serta alat pemotong kuno yang terbuat dari batu.

Abdullah, penjaga gua,  ia bercerita kalau batu tersebut semakin besar, karena terkadang batu itu menangis sehingga ada air  yang keluar dari dalam batu. 

 Abdullah mengatakan sementara sumur besar, setiap tiga bulan air di sumur itu kering dan air tidak ada, jika ada air orang pintar akan datang untuk mengambil air. Sementara Kendi / tempayan air yang telah menjadi batu pernah diambil orang, tetapi kembali lagi karena orang tersebut gelisah setelah mengambilnya.



Sumber Air Panas Simpang Balik


 Objek Wisata Sumber Air Panas Wih Pesam Simpang Balik Aceh

Objek Wisata Sumber air panas Wih Pesam Simpang Balik sangat istimewa. Sumber air ini bersih dan tidak berbau. Didukung suhu lingkungan sangat dingin menghipnotis orang sekitar untuk berendam di kolam air panas.Saat ini ada 3 lokasi Mandi Air Panas Wih Pesam  Simpang balik. Orang sekitar biasa menyebutnya

Kolam Bawah
Kolam Atas
Kolam Tengah

Setiap Tempat mandi  memiliki dua kolam terpisah, satu untuk pria dan satu untuk wanita. Temperatur air kolam masing - masing berbeda. Berturut - turut dari yang paling panas ke yang lebih dingin, menengah - atas - bawah. Cukup membayar Rp 2.000,- / org kita dapat memanjakan tubuh Anda dengan air hangat sehat.

Lokasi pemandian tersebut terletak di Simpang Balik  Tekengon Bireuen Kabupaten Bener Meriah. Terletak sekitar 25 km dari kota Takengon ( Kab. Aceh Tengah ) dan sekitar 75km dari kota Bireun ( Bireuen ).

Pengunjung biasanya datang dari sore hingga malam. Pada hari2 libur apalagi pengunjung sangat ramai. Hampir tidak cukup lokasi pemandian ini. Jika Anda ingin mandi dengan puas & bisa berenang di biasanya akan datang saat pagi hari.







Saleum Rakan

Pesona Air Terjun 17 Tingkat Samahani Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar

 

Bosan dengan wisata pantai? Sesekali tidak ada salahnya mencoba destinasi wisata alam lainnya yang lebih memacu adrenalin. Salah satunya adalah dengan mengunjungi wisata air terjun Kuta Malaka yang terletak di Samahani, Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar.

Air terjun ini tidak hanya indah, tetapi juga sejuk, airnya berwarna hijau dan sangat dingin. Udara di sekitarnya masih sangat bersih dan segar. Sabtu, 21 April kemarin The Atjeh Post berkesempatan mengunjungi air terjun yang ramai dibicarakan orang tersebut. Berada di sini tidak hanya membuat pikiran menjadi segar, tetapi membuat kita lupa sejenak pada kesibukan rutinitas yang padat.

Ekosistem di sekelilingnya juga masih sangat alami, banyak satwa liar yang masih ada di sekitar tempat ini, aneka burung warna-warni dan kicaunya yang merdu adalah suguhan alam yang tidak akan terlupakan, kadangkala kita juga bisa mendapati jejak rusa atau harimau yang berada di kawasan tersebut.

Beberapa tahun yang lalu wisata air terjun ini masih menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu akhir pekannya. Suasana alam pegunungannya yang sejuk dan indah membuat siapa pun yang datang ke sana akan berdecak kagum.

Sekarang kondisi jalan menuju ke air terjun sudah rusak parah, ketika hujan ruas jalan banyak yang membentuk parit - parit kecil yang digenangi air, apalagi dengan kondisi jalan yang tidak teraspal membuat masyarakat enggan untuk berkunjung.

Kondisi ini seolah menegaskan bahwa pemerintah masih setengah-setengah dalam mengembangkan dan mengelola objek wisata alam yang bisa menjadi sumber pedapatan daerah.

Terletak di atas ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, air terjun ini oleh sebagian anak - anak Pencinta Alam disebut sebagai air terjun 17 tingkat, dengan ukuran tinggi air yang bervariasi setiap tingkatnya.

Tingginya rata-rata dari satu meter sampai 10 meter lebih, lebarnya juga bervariasi, berkisar antara tiga meter sampai lima meter. Tekstur bebatuannya yang cadas membuat kondisi badan sungai menjadi licin dan menimbulkan suara gemericik yang keras ketika air mengalir.

Karena keterbatasan waktu The Atjeh Post hanya sempat mencapai beberapa tingkat air terjun saja, apalagi medannya masih agak sulit untuk dijangkau ke semua tingkatannya.
Untuk sampai ke tempat ini membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari kota Banda Aceh, dengan jarak tempuh sekitar 20 kilo meter. Dari simpang Kuta Malaka kita memerlukan waktu sampai satu jam untuk bisa mencapai ke lokasi wisata.

Saat musim kemarau tekstur jalan yang berbukit-bukit membuat badan jalan menjadi berpasir, bukan hanya menyulitkan ketika roda kendaraan melaju di atasnya tetapi juga berdebu. Lain lagi ketika musim penghujan, jalan menjadi licin dan sukar ditempuh kecuali dengan kendaraan jenis tertentu seperti trail dan pengendara yang benar-benar menguasai medan ekstrem.

Lem, salah seorang warga Samahani yang ikut merintis membuka jalan ke air terjun bebera tahun lalu mengatakan bahwa jumlah pengunjung menjadi sepi sejak kondisi jalan semakin rusak.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun lalu saat jalan menuju air terjun baru di buka dan jalur lintasnya masih mudah dilalui.

“Pemda Aceh Besar rencananya akan membangun tempat wisata ini, dan akan dilakukan dalam waktu dekat ini, rencananya jalan ini akan tembus sampai ke Jantho namun untuk sementara ini sedang terhenti karena sedang berlangsungnya pesta demokrasi,” kata Lem kepada The Atjeh Post, Sabtu, 21 April 2012.

Sehari - hari Lem mengelola kebun buah naga yang berada di sekitar air terjun, lebih jauh Lem mengatakan kondisi jalan semakin beresiko bagi pengunjung. “Jalannya belum padat dan tanjakannya tinggi, dan itu sangat beresiko,” katanya.













Saleum Rakan
RANUP ATJEH

Mengenang Tsunami Yang Dijadikan Object Wisata


Tragedi menyedihkan dari tsunami telah berlalu dan meninggalkan berbagai cerita, kenangan dan relik. Sekarang adalah saatnya untuk bangkit dan mengubah situasi dari tragedi menjadi peluang bagi rakyat Aceh untuk hidup lebih baik, sejahtera, damai dan bermartabat. Oleh karena itu, sekarang saatnya kita untuk menjaga dan mempromosikan daerah tsunami sebagai "Kawasan Wisata". Dengan demikian, itu menjadi sebagai daya tarik utama wisatawan untuk datang ke Aceh. Selain itu juga bisa menjadi pengingat bagi generasi berikutnya dari dampak yang ditimbulkan oleh bencana, serta membangun kesadaran masyarakat tentang pengurangan risiko bencana di masa depan. Beberapa percaya bahwa bencana Tsunami Aceh seperti "berkah tersembunyi". Selama perang sipil penduduk setempat bahkan tidak bisa berdoa setelah 6 pm atau mereka mungkin terjebak dalam situasi unpleaseant, saat kembali ke rumah mereka perjalanan. Ironicallly Tsunami Aceh memberi kebebasan baru dan itulah mengapa Aceh begitu istimewa. Masyarakat Aceh setelah beberapa kesulitan sekarang harus memiliki kekuatan batin.

Museum Tsunami


 Sebuah museum untuk mengenang tsunami yang melanda Aceh
Pada 26 Desember 2004 yang menewaskan sekitar 240.000 orang.

Museum ini dibangun dengan konsep panggung-rumah sebagai khas Rumoh Aceh (Aceh rumah adat) yang dapat digunakan sebagai bangunan melarikan diri selama banjir atau tsunami. Di dalamnya Anda dapat menemukan berbagai diorama tsunami, beberapa foto tentang tsunami ketika itu terjadi dan setelah tsunami, ruang simulasi gempa, 4 dimensi peralatan audio visual. Semuanya membawa kita rasa saat-saat nyata gempa. Selain itu Anda bisa menikmati tempat yang nyaman dan menyenangkan.

PLTD Apung (Electrical Generator Ship)



Sebelum Apung PLTD terletak di posisi saat ini, itu tertambat di pelabuhan Ulee Lheue. Kapal itu didorong ke tanah sejauh 2,5 km dari pantai Ulee Lheue oleh Tsunami dan meletakkan di tengah-tengah Desa Punge Blang Cut. Menurut cerita mulut ke mulut, banyak orang selamat dari gelombang dengan naik perahu ini. Hari ini diesel listrik tidak lagi bekerja untuk memasok krisis listrik. Sekarang berubah menjadi situs sejarah Tsunami.

 

Fishing Boat on the Roof



Sebuah perahu nelayan yang diselenggarakan pada sebuah rumah penduduk dan berhasil menyelamatkan 59 jiwa dengan naik di atasnya, saat gelombang Tsunami itu menghantam desa Lampulo. Karena memiliki nilai-nilai sejarah, sekarang perahu yang digunakan sebagai monumen penting untuk memperingati dahsyatnya tsunami.

 

Mass Grave of Ulee Lheue



Ini Grave Misa terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, lebih dari 14,264 orang yang dimakamkan di sini. Orang-orang ini adalah korban Gempa Bumi dan Tsunami di 26 Desember 2004.

 

Thanks to The World Monument



Monumen yang terletak di Blang Padang adalah simbol dari rasa syukur Aceh kepada relawan, LSM, lembaga-lembaga negara yang lebih tinggi, perusahaan, sipil, dan militer baik nasional maupun internasional yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Aceh setelah bencana Tsunami. Selain monumen, rakyat Aceh mengucapkan terima kasih mereka ke negara tersebut memberikan kontribusi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh melalui prasasti persahabatan. Pada prasasti tersebut tertulis nama negara, bendera negara, dan rasa syukur ekspresi 'Thank You dan Perdamaian' dalam bahasa masing-masing negara. Ada 53 prasasti di Blang Padang lapangan. Blang Padang sekarang hari adalah tempat umum yang terbuka untuk melakukan excercise dan relaksasi. Ada jogging track, lapangan sepak bola, basket, dan pilar untuk melakukan fitness ringan. Setiap akhir pekan, bidang ini menjadi tempat favorit keluarga. Di daerah ini juga tersedia berbagai kuliner / makanan ringan.

Selain Monumen, rakyat Aceh mengucapkan terima kasih mereka ke negara yang melalui prasasti persahabatan.




Saleum Rakan