Rabu, 26 Februari 2014

Ratu Zainatuddin Kamalat Syah merupakan Ratu Terakhir Aceh

 
Setelah mangkatnya Sultanah Nurul Alam Zakiatuddin pada tahun 1688, terjadi perselisihan pendapat antara lembaga panglima tiga sagi dan Majelis Orang Kaya tentang keabsahan wanita menjadi sultanah. Isu ini sebenarnya telah diselesaikan dengan fatwa Syeikh Abdur Rauf Singkel pada zaman Sultanah Tajul Alam Safiatuddin tetapi dimunculkan kembali oleh pihak yang tidak setuju dengan diangkatnya Zainatuddin menjadi Sultanah.

Majelis Orang Kaya tidak setuju dengan rencana diangkatnya Zainatuddin sebagai Sultanah. Walaupun demikian, pada akhirnya ia tetap dilantik menjadi sultanah karena kekuasaan untuk mengangkat seseorang menjadi sultanah ada di tangan Lembaga Panglima Tiga Sagi dan kebetulan lembaga ini mendukungnya karena Zainatuddin masih adik Sultanah Zakiatuddin dan diangkat ia dianugerahi gelar Sultanah Zainatuddin Kamalat Syah.

Alasan Majelis Orang Kaya tidak setuju dengan diangkatnya Zainatuddin adalah: pertama karena menurut mereka Islam melarang perempuan menjadi pemimpin. Di antara hadits yang menjadi pegangan mereka adalah :

Khasira qaumun allazina wallau umuurahum imraatan (al-hadits).

Artinya
Rugilah suatu kaum yang menyerahkan urusan publiknya kepada perempuan.
Seperti dijelaskan dalam hadits dan kedua berdasarkan fakta setelah dipimpin oleh tiga orang sultanah berturut-turut Aceh ternyata tidak bertambah jaya namun sebaliknya semakin mundur terbukti dengan banyaknya daerah bawahan yang melepaskan diri.

Di sisi lain, argumetasi Majelis Orang Kaya dipatahkan oleh Lembaga Panglima Tiga Sagi dan tetap mempertahankan Zainatuddin karena berdasarkan fakta bahwa di kalangan kerajaan Islam sebelumnya telah ada perempuan yang memerintah kerajaan dan tidak ada masalah dengan kerajaan yang mereka pimpin.

Para perempuan yang pernah menjadi sultanah itu adalah Sultanah Syajaratul al-Daur yang memimpin kerajaan Mameluk di Mesir dan Sultanah Raziah di Delhi India dan bahkan pada zaman keemasan Pasai terdapat seorang ratu perempuan yang bernama Sultanah Nahrasiyah.

Majelis Orang Kaya tetap mencari celah agar Zainatuddin turun dan tahta kesultanan. Di antara upaya yang mereka lakukan untuk menurunkan dan tahta kesultanan itu adalah dengan minta fatwa ke Mekkah tentang boleh tidaknya seorang wanita menjadi sultanah. Setelah ditunggu beberapa lama, tibalah fatwa yang dinantikan.

Mufti Mekkah ternyata mengeluarkan fatwa haram bagi wanita menjadi pemimpin. Fatwa ini memicu perdebatan antara ulama yang pro dan kontra dan akhirnya berimbas pada ruang politik dengan turunnya Zainatuddin dan tahta kesultanan.

Walaupun menurut peraturan yang ada, kekuasaan untuk mengangkat dan menurunkan sultan di tangan lembaga panglima tiga sagi, di era ini lembaga panglima tiga sagi tidak sekuat pada masa Sultanah Tajul Alam Safiatuddin karena pengaruh Panglima Polem dan 22 mukim tidak sebesar pengaruh kakeknya yang merupakan keturunan langsung dan Iskandar Muda walaupun bukan dan isteri pertama.

Faktor lain adalah adanya desakan Majelis Orang Kaya yang semakin keras setelah dikeluarkannya fatwa haram dan Mufti Mekkah disamping fakta semakin lemahnya Aceh sejak lima puluh tahun diperintah oleh tiga pemimpin perempuan. Hal ini semakin memperkuat kedudukan pihak oposisi yang ingin menggulingkan Zainatuddin.

Kedudukan teritorial Aceh yang semakin lemah juga menjadi faktor mengapa Sultanah Zainatuddin harus lengser dan tahtanya. Banyak daerah di Sumatera yang melepaskan diri dari Aceh sejak Belanda menekan Aceh pada tahun 1667 di antaranya Sumatera Timur dan Barat.

Demikian juga memperlemah ekonomi dan perdagangan Aceh karena sejak Sumatera Timur dan Sumatera Barat lepas, mereka mengalihkan perdagangan komoditas penting seperti emas, lada dan timah melalui sungai Siak, Rokan, Kampar, dan Inderagiri ke pelabuhan di kawasan timur Sumatera dan selanjutnya di angkut melintasi Selat Malaka ke Sungai Ujong. Naning, dan Rembau di Semenanjung Melayu.

Sama dengan para pendahulunya. Sultan Kamalat Syah juga menerbitkan uang emas dengan tulisan Paduka Seri Sultanah Zainatuddin dan dibaliknya Kamalat Syah Berdaulat.

Apa yang dilakukan daerah Sumatera Timur dan Sumatera Barat juga dilakukan daerah Perak dan Kedah. Pengaruh Aceh di kedua daerah ini menjadi lemah dan lama-lama dikuasai orang-orang Bugis yang bersaing dengan Belanda.

Memburuknya keadaan ekonomi dan politik yang membuat rakyat Aceh tidak puas dengan Kamalat Syah plus fatwa mufti Mekkah yang mengharamkan pemimpin kerajaan perempuan mengharuskan Kamalat Syah turun tahta pada bulan Oktober 1699.

Setelah turun tahta, Kamalat Syah diganti oleh suaminya yang bernama Sayid Hasyim Jamalulail dan Hadramaut yang juga keturunan Rasulullah SAW Hadramaut. Setelah diangkat menjadi Sultan Aceh, Sayid Hasyim Jalamulail diberi gelar Sultan Badrul Alam Syarif Hasyim Jamalulail.

Karena ketika diangkat sudah uzur, Ia memerintah Aceh dalam waktu yang relatif singkat dan turun tahta pada tahun 1702 dan mangkat dua minggu setelah turun tahta pada tahun yang sama. 

Ratu Kamalat Zainatuddin Syah merupakan Ratu Terakhir Aceh


Ratu Kamalat Zainatuddin Syah merupakan ratu kerajaan Aceh yang keempat. Ia memerintah selama sebelas tahun yakni dari tahun 1688 sampai 1699 masehi. Ia berasal dari keluarga Sulthan Aceh, tapi tidak jelas dari sulthan yang mana.  

Dua sejarawan Aceh, Rusdi Sufi dan M Gade Ismail dalam tulisannya di buku Wanita Utama Nusantara dalam Lintasan Sejarah, mengungkapkan, silsilah keturunan Ratu Kamalar Zainatuddin dari beberapa sumber menyebutnya berbeda-beda. Di satu pihak ada yang mengatakan ia adalah anak angkat dari Ratu Rafiatuddin Syah, perempuan pertama yang memimpin kerajaan Aceh, tapi ada juga yang menyebutkan dia adalah adik dari ratu Zakiatuddin Syah, sultanah ketiga Kerajaan Aceh yang memerintah sebelumnya.

Hoesein Djajaninggrat dalam buku “Critisch Overzicht van de in Maleische Werken Vervae Gegevens Over de Geschiedenis van Het Soeltanaat van Atjeh” mengungkapkan, pada saat Ratu Kamalat zainatuddin Syah akan naik tahta, para pembesar kerajaan Aceh terpecah dalam dua kelompok dengan pendirian yang berbeda.

Kelompok bangsawan tidak menyetujui pengangkatannya, karena mereka menginginkan Aceh kembali dipimpin oleh sulthan bukan sultanah. Mereka menginginkan kekuasaan kerajaan Aceh kembali dipegang oleh kaum pria. Kelompok lainnya tidak keberatan dengan kepemimpinan perempuan, karena sebelumnya sudah tiga ratu yang memimpin Kerajaan Aceh, dan itu tidak ada masalah.

Pertentangan seperti itu bukanlah hal baru di Kerajaan Aceh, tapi sudah muncul sejak pengangkatan pertama wanita sebagai ratu yakni Ratu Safiatuddin Syah yang menggantikan Sulthan Iskandar Tsani pada tahun 1641 masehi, 47 tahun sebelum Ratu Kemalat Zainatuddin Syah diangkat menjadi ratu. Hanya saja, penentangan terhadap kepemimpinan perempuan di Kerajaan Aceh itu mencapai puncaknya pada masa pengangkatan Ratu Kemalat Zainatuddin Syah.
Penyebab memuncaknya penentangan itu adalah karena semakin menguatnya pengaruh kelompok bangsawan (uleebalang) dalam penguasaan di kabinet kerajaan. Hal itu ditambah lagi dengan dukungan beberapa ulama yang menentang kepemimpinan perempuan di Aceh.

Rusdi Sufi dan M Gade Ismail dalam tulisannya tentang Ratu Kemalat Zainatuddin Syah menyebutkan, saat itu ada 12 orang bangsawan terpengaruh di kerajaan yang bersama beberapa ulama menentang pengangkatan Ratu Kemalat Zainatuddin Syah sebagai penguasa Kerajaan Aceh.

Hanya golongan para Panglima Tiga Sagi (Aceh Lhee Sagoe) yang menyetujui pengankatan ratu tersebut. Sesuai dengan konstitusi kerajaan Aceh, mereka berhak mengagnkat dan menurunkan sultan/sultanah dari tampuk pimpinan kerajaan. Mereka langsung mengangkat Ratu Kemalat Zainatuddin Syah sebagai penguasa kerajaan Aceh setelah meninggalnya Ratu Zakiatuddin Syah.

Pemberian hak kepada panglima Aceh Lhee Sagoe itu tertuang dalam undang-undang Kerajaan Aceh, Adat Meukuta Alam, yang merupakan undang-undang dibuat pada masa pemerintahan Sulthan Iskandar Muda dan disempurnakan pada masa pemerintahan Ratu Naqiatuddin Syah (1675-1678).

Penyempurnaan Adat Meukuta Alam melalui amandemen yang dilakukan ratu Naqiatuddin Syah merupakan konsepsi yang diajukan oleh Mufti Kerajaan Aceh pada masa yakni ulama besar Syaikh Abdur Rauf. Ia memberikan masukan kepada Ratu Nagiatuddin untuk mengadakan perubahan dalam sistem pemerintahan di Kerajaan Aceh. Perubahan itu kemudian dibuat dalam bentuk undang-undang dasar Kerajaan Aceh yang dikenal dengan Adat Meukuta Alam.

Tentang itu juga diungkapkan T Ibrahim Alfian dalam bukunya “Mata Uang Emas Kerajaan-kerajaan di Aceh,” Dengan undang-undang Adat Meukuta Alam tersebut Kerajaan Aceh dibagi menjadi tiga federasi yang kemudian dikenal dengan sebutan Aceh Lhei Sagoe (Aceh tiga sagi). Setiap sagi terdiri atas beberapa mukim. Berdasarkan jumlah mukim yang disatukan, ketiga sagi itu dinamakan; Sagi XXII Mukim, Sagi XXV Mukim, dan Sagi XXVI Mukim. Setiap sagi diangkat seorang pemimpin yang disebut Panglima Sagoe.

Sejarawan Belanda, K. F. H Van Langen dalam “De Inricting Van Het Atjeshe Staatsbestuur Onder Het Sultanaat” (1888) mengungkapkan, pembentukan sagi oleh Ratu Naqiatuddin merupakan upaya membentuk pemerintahan yang dapat tersentralisasi dengan menyerahkan urusan pemerintahan dalam kenegrian-kenegrian yang terletak sebelah barat, timur dan selatan Kerajaan Aceh kepada ketiga orang Panglima Sagoe.

Namun kata Van Langen, penyerahan kekuasan kepada para Panglima Sagoe itu bukan berarti mereka akan menjalankan pemerintahan sendiri-sendiri. Tapi sebaliknya, mereka tetap di bawah kontrol dan pengawasan kerajaan. Panglima Sagoe lebih berfungsi sebagai perpanjangan tangan raja yang mengefektifkan pengawasan, yakni dengan cara memonitor sejauh mana tingkat kadar pelaksanaan pemerintahan dari pemerintah pusat di kerajaan yang disampaikan oleh pemimpin-pemimpin negeri (Uleebalang) benar-benar dilaksanakan. Van Langen menilai apa yang dilakukan Ratu Naqiatuddin Syah merupakan suatu kemajuan besar dalam tata kelola pemerintahan di Kerajaan Aceh.

Hal yang sama juga diungkapkan Thomas Braddel dalam buku “On the History of Acheen) terbitan 1851. Ia menilai beberapa kemajuan yang dilakukan oleh Ratu Naqiatuddin Syah pada masa kepemimpinannya, di antaranya:  sehubungan dengan nasihat Syaikh Abdur Rauf, Ratu Naqiatuddin menyempurnakan Adat Meukuta Alam ciptaan Sulthan Iskandar Muda, penyempurnaan dilakukan sesuai dengan kondisi zaman pemerintahannya.

Dengan keberadaan undang-undang itulah panglima Aceh Lhee Sagoe bisa melantik dan mengangkat Ratu Kemalat Zainatuddin Syah sebagai pemegang tampuk pimpinan kerajaan Aceh, meski ditentang oleh kaum bangsawan dan beberapa ulama dan hampir terjadi pertumpahan darah.

Meski demikian, pertentangan terus berlanjut. Dan pada periode selanjutnya kelompok ulama dan uleebalang berhasil mempengaruhi kalangan istana dengan tidak lagi meneruskan kepemimpinan perempuan di kerajaan Aceh. Ratu Kemalat Zainatuddin Syah merupakan sultanah terakhir di Kerajaan Aceh, setelah masanya, kerajaan Aceh kembali dipimpin oleh pria (sulthan).

Salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan golongan bangsawan dan ulama dalam menghentikan dinasti para ratu di Kerajaan Aceh adalah dari taktik dan solusi yang mereka tawarkan untuk menyelesaikan pertentangan dua golongan tersebut, yakni yang pro dan kontra dengan kepemimpinan ratu.

P. J. Veth dalam buku “Atchin en Zijne Betrekkingen tot Nederland” terbitan Leiden, 1873 mengungkapkan, saat itu golongan ulama mengusulkan agar persoalan tentang kepemimpinan perempuan ditanyakan kepada raja dan ulama di Mekkah. Dalam buku itu Vet menulis :
“Akan tetapi golongan ulama tidaklah tinggal diam mereka memperkuat posisinya dengan sepucuk surat dari Qadhi Malikul Adil di Mekkah yang memuat pemberitahuan kepada kepala-kepala dan rakyat Aceh bahwa penempatan seorang wanita pada kekuasaan tertinggi bertentangan dengan Syariat Islam. Strategi ini berhasil. Orang-orang kaya (uleebalang) tidak berani lebih lama lagi menentang keberanian rakyat. Kemalat Syah diturunkan dari tahta dan pemerintahan diserahkan kepada Badrullah Syarif Hasyim Jamaluddin. Sesudahnya, kendali pemerintahan Aceh tidak pernah lagi berada dalam tangan seorang wanita.”

Menerima Utusan Perancis


Seperti sultanah-sultanah sebelumnya, Ratu Kemalat Zainatuddin Syah memiliki peranan tersendiri dalam memerintah Kerajaan Aceh. Pada masa pemerintahannya, yakni pada tahun 1695, Kerajaan Aceh mendapat kunjungan dari utusan persatuan dagang Perancis. Para pedagang Perancis itu oleh Ratu Kemalat Zainatuddin Syah diizinkan mendirikan sebuah kantor dagangnya di Aceh.

Hal yang sama juga dilakukan Ratu Kemalat Zainatuddin Syah terhadap kongsi dagang dari Inggris, East Indian Comapany (EIC). Pendirian kantor dagang luar negeri tersebut diizinkan selama menguntungkan kedua belah pihak. Hal ini mendatangkan keuntungan keuangan bagi kerajaan Aceh dari ekspor rempah-rempah dari Aceh ke luar negeri oleh maskapai perdagangan Perancis dan Inggris tersebut. P J Veth mengungkapkan, hal lain yang menarik dari Ratu Kemalat Zainatuddin Syah adalah pada mata uang emas (derham) yang dikeluarkannya, seperti yang dilakukan oleh para sultanah sebelumnya.

Hal yang sama juga diungkapkan T Ibrahim Alfian dalam buku “Mata Uang Emas Kerajaan-kerajaan di Aceh.” Menurutnya, pada mata uang emas yang dikeluarkannya itu terukir nama sang ratu, yakni “Paduka Seri Sultanah Kamalat Syah” di sisi muka. Dan “Zaniat ad-Din Syah Berdaulat” di sisi belakangnya. Mata uang emas yang dikeluarkan Ratu Kemalat Zainatuddin Syah bernilai 14,5 karat dengan bobot 0,50 gram dan berdiameter 13 milimeter.

Ratu Kemalat Zainatuddin Syah diturunkan dari jabatannya pada bulan Oktober 1699, dan setahun kemudian (1700) mangkat. Sebagai penggantinya kemudian diangkat seorang pria keturunan Arab sebagai raja Aceh yakni Sulthan Badrul Alam Syarif Hasyim Jamal ad-Din.





Saleum Rakan


Objek Wisata di Nanggroe Aceh Darussalam



Tempat wisata Aceh - Aceh merupakan provinsi paling barat di Indonesia, Aceh merupakan provinsi yang memiliki keistimewan tersendiri di Wilayah Indonesia bukan hanya daerahnya yang istimewa ternyata tempat wisata di Aceh juga sangat istimewa indah banyak tempat tujuan wisata di Aceh yang memiliki pesona yang luar biasa.


Nanggroe Aceh Darussalam ( NAD ) adalah sebuah provinsi diujung Pulau Sumatera  beribu kota Banda Aceh. Berbatasan dengan Sumatera Utara dan Laut Cina Selatan. NAD terdiri dari 23 Kabupaten / Kota dengan total luas 56.500 Km2. NAD memiliki suku asli Aceh, Gayo Alas, Tamiang & Siemeleu. Jika ekuitas di era saat ini masing - masing suku yang berbaur dengan suku - suku lain, baik dengan atau dengan imigran asli. Populasi hampir 99% dari NAD beragama Islam. Karena hal tersebut provinsi ini disebut Serambi Mekkah, karena secara historis  pertama kalinya Islam masuk ke Indonesia melalui Aceh.

 

NAD yang sekarang Anda akan melihat jauh berbeda, lebih modern, pembangunan yang lebih cepat, meskipun pada 26 Desember 2004 Provinsi ini dihancurkan oleh tsunami. Propinsi NAD masih memiliki hutan yang sangat luas, budaya masih kuat di genggaman dan memiliki sejarah yang luar biasa. Hal ini dapat Anda lihat dari banyaknya pemakaman dan Istana Raja, Sultan, Syekh, dan Ketua wilayah di masa lalu. NAD juga memiliki alam yang luar biasa indahnya, banyak air terjun, sumber air panas alam dan keindahan panorama pantai dari awal Kota Langsa sampai kota Banda Aceh.





Mesjid Raya Baitulrahman ( Banda Aceh)

 
 Masjid Baiturrahman Banda Aceh

Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama.

Mesjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda ( 1873-1904 ).

Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan ( 1879-1993 ).

Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh.

Belum lengkap jika anda ke kota Banda Aceh belum mengunjungi Masjid raya Baiturrahman. Masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Aceh, yang merupakan landmark dan ikon Banda Aceh. Ini adalah masjid bersejarah karena masjid ini dibakar beberapa kali oleh Belanda, untuk pesta masjid menjadi simbol perjuangan Aceh melawan penjajah Belanda. Masjid Baiturrahman juga merupakan sejarah tsunami pada bulan Desember 2004, karena pada peristiwa Tsunami masjid Baiturrahman masih berdiri kokoh meski dihantam gelombang tsunami.



Panta Terong ( Aceh Tengah )


Pantan Terong adalah sebuah bukit yang terletak di puncak bukit dataran tinggi Gayo. Di tempat ini kita bisa melihat ibu kota Aceh Tengah dan danau Laut Tawar secara keseluruhan, lapangan pacuan kuda di Kecamatan Pegasing, Bandara Udara Rembele dari atas, dengan diapit serta dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok. Pantan Terong terletak di Kecamatan Bebesan, 7.5 km dari kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah



Air Terjun Blang Kolam ( Aceh Utara )






Air Terjun Blang Kolam Berlokasi di hutan yang teduh dan terdapat di Kabupaten Aceh Utara dengan ketinggian sekitar 75 Meter. Tempatnya yang sejuk dengan alam yang masih asri sekali. Bagi yang ingin merasakan dinginnya air terjun, bisa berendam disini atau sekedar bersantai diakhir pekan. Tempat ini sangat cocok sebagai rekreasi keluarga. dan Air Terjun Blang Kolam pun kembali menunjukan kegairahannya, bagaimanapun air terjun blang kolam pernah menjadi tempat favorit.

Untuk mencapai lokasi Blang Kolam sebenarnya tidak sulit, cukup banyak jalur yang bisa ditempuh, bisa melalui Cunda Kota Lhokseumawe, Kandang Aceh Utara dan kawasan muara satu kota lhokseumawe, namun sayang kondisi jalan. menuju objek Wisata Blang Kolam sangat memprihatinkan. Selain hal itu, kondisi jalan yang terjal dan licin juga menjadi salah satu penghambat bagi pengunjung yang ingin menikmati objek wisata ini. Hal lain yang kurang dalam objek wisata ini adalah sarana pendukung seperti Mushalla, MCK, dan tali pembatas jalur. Sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Sudah berjanji, akan melakukan renovasi objek wisata ini sejak 2009.



Gunung Selawah Agam ( Aceh Besar )

Gunung Seulawah Agam Kabupaten Aceh Besar. Seulawah Agam kaya akan berbagai Flora dan Fauna. Sebut saja Harimau Sumatera ( Panthera Tigris Sumatraensis ), Kedih ( Presbytis Thomasi ), Burung Rangkong ( Buceros Rhinocerous ), dan Jamur ( Fungi ) berbagai species serta satwa - satwa lainnya. Menurut kabar, nantinya Seulawah Agam dan kembarannya Seulawah Inong akan dijadikan sebagai kawasan konservasi. Itu penting, mungkin saja mengingat perambahan kayu kian marak saja di sana.



Gunung Borni Telong ( Bener Meriah )


Gunung Burni Telong adalah gunung yang terletak di Kabupaten Bener Meriah dan telah mejadi ciri khas dari Kabupaten Tersebut. Gunung Burni Telong adalah gunung berapa Aktif dan pernah meletus pada Tanggal 7 Desember 1924 menyebabkan kerusakan hebat lingkungan sekitarnya termasuk lahan pertanian dan perkampungan. Burni Telong yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan gunung yang terbakar, berada di ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Gunung ini hanya berjarak lima kilometer dari Redeolong, ibu kota Kabupaten Bener Meriah dan Bandar Udara Rembele ( RBL ).

Untuk mencapai gunung yang sering disebut Burni Cempege ( gunung yang penuh belerang–red ), ada beberapa jalur. Salah satunya, melalui Jalur Edelwais. Dinamakan Edelwais karena di sepanjang jalur itu ditumbuhi bunga Edelwais yang oleh masyarakat Gayo dipercayai sebagai Bunga Abadi. Jalur ini diawali dengan jalan aspal mulai dari simpang jalan utama Takengon - Bireuen sampai ke lereng Burni Telong tepatnya di desa Bandar Lampahan Kecamatan Timang Gajah yang berjarak 3 Km.

Bila mau melakukan Pendakian sebaiknya berkonsultasi dulu dengan pemuda - pemuda setempat atau mengajak satu dua orang dari mereka turut serta, kecuali anda sudah mengenal betul medan dan jalur pendakian Gunung Burni Telong. Kondisi lapangan untuk mencapai ke ketinggian puncak memang agak terjal. Tapi, jalur dari Bandar Lampahan menuju lereng gunung merupakan pilihan favorit para pecinta alam atau pendaki gunung.

Setelah melewati medan terjal, kita menemukan sebuah gua, yang sering digunakan pendaki sebagai tempat menginap bila ingin bermalam untuk beberapa hari. Di ketingian Burni Telong, hamparan pohon pinus memanjakan mata Anda Inilah satu - satunya gunung berapi aktif di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah.



Makam Kerkhoff

 

Pintu Gerbang Komplek Pemakaman Kerkhoff Banda Aceh
Pemakaman Tentara Belanda Kerkhoff Banda Aceh


Banda Aceh memiliki Komplek kuburan militer Belanda, Kerkhoff. Ini adalah salah satu Komplek pemakaman tentara Kolonial yang terbesar di dunia, sekitar 2.200 tentara, termasuk empat jenderal dimakamkan di sini, disini tempat para pejuang Aceh yang sangat gigih melawan Belanda colonialism. Perang Aceh terjadi di 1873-1904, perang yang menjadi Sejarah buat Belanda, ini adalah perang paling pahit yang dialami tentara Belanda.

Kerkhoff adalah Komplek Pemakaman kedua terbesar setelah Komplek Pemakaman Tentara Belanda yang terbesar di Belanda. Pemakaman Kerkhoff menjadi tempat Wisata yang menarik, terutama bagi wisatawan asing dari Belanda. Sampai saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat menghormati warga Banda Aceh karena Masyarakat setempat telah merawat dengan Rapi Komplek Pemakaman ini.

 



Goa Putri Pukes

 


Objek Wisata Goa Batu Putri Pukes 



 
Batu Putri Pukes

Goa Putri Pukes adalah salah satu objek wisata di kabupaten Aceh Tengah. Kisah ini menjadi legenda di antara mayarakat sekitar. Benar atau tidak legenda Putri Pukes, sampai sekarang tidak ada yang tahu. Goa Putri Pukes kini telah menjadi Tempat Wisata. Di dalam gua ada batu yang diyakini sebagai Putri Pukes, ada kendi & memiliki kursi batu serta alat pemotong kuno yang terbuat dari batu.

Abdullah, penjaga gua,  ia bercerita kalau batu tersebut semakin besar, karena terkadang batu itu menangis sehingga ada air  yang keluar dari dalam batu. 

 Abdullah mengatakan sementara sumur besar, setiap tiga bulan air di sumur itu kering dan air tidak ada, jika ada air orang pintar akan datang untuk mengambil air. Sementara Kendi / tempayan air yang telah menjadi batu pernah diambil orang, tetapi kembali lagi karena orang tersebut gelisah setelah mengambilnya.



Sumber Air Panas Simpang Balik


 Objek Wisata Sumber Air Panas Wih Pesam Simpang Balik Aceh

Objek Wisata Sumber air panas Wih Pesam Simpang Balik sangat istimewa. Sumber air ini bersih dan tidak berbau. Didukung suhu lingkungan sangat dingin menghipnotis orang sekitar untuk berendam di kolam air panas.Saat ini ada 3 lokasi Mandi Air Panas Wih Pesam  Simpang balik. Orang sekitar biasa menyebutnya

Kolam Bawah
Kolam Atas
Kolam Tengah

Setiap Tempat mandi  memiliki dua kolam terpisah, satu untuk pria dan satu untuk wanita. Temperatur air kolam masing - masing berbeda. Berturut - turut dari yang paling panas ke yang lebih dingin, menengah - atas - bawah. Cukup membayar Rp 2.000,- / org kita dapat memanjakan tubuh Anda dengan air hangat sehat.

Lokasi pemandian tersebut terletak di Simpang Balik  Tekengon Bireuen Kabupaten Bener Meriah. Terletak sekitar 25 km dari kota Takengon ( Kab. Aceh Tengah ) dan sekitar 75km dari kota Bireun ( Bireuen ).

Pengunjung biasanya datang dari sore hingga malam. Pada hari2 libur apalagi pengunjung sangat ramai. Hampir tidak cukup lokasi pemandian ini. Jika Anda ingin mandi dengan puas & bisa berenang di biasanya akan datang saat pagi hari.







Saleum Rakan

Makalah Perkembangan Teknologi bagi Masyarakat Modern



KATA PENGANATAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan tempo yang menurut kami amat singkat mengingat kami masih sangat butuh banyak belajar bagaimana menyusun makalah yang baik.

Makalah ini disusun dengan tujuan agar pembaca dan penulis dapat memperluas pemahaman perkembangan Teknologi dan komunikasi melihat dari sisi positifnya maupun sisi negatifnya. Uraian dan ulasan yang tersajikan berdasarkan hasil kutipan dari penyusun dan juga dari berbagai sumber yang ada dari media cetak dan media elektronik mengingat data-data tersebut yang menjadi pokok bahasan agar tersusunnya sebuah makalah.

Sesuai dengan mata kuliah Perkembangan Teknologi dan Komunikasi, maka dalam penyusunan makalah ini penyusun memilih judul : Perkembangan Teknologi Bagi Masyarakat Modern. Penyusun mengupas secara garis besarnya begaimana segala sesuatunya semula berawal dari berkomunikasi, terus dikembangkan seiring perkembangannya zaman hingga menjadi teknologi informasi dan komunikasi. Dalam pembahasan makalah ini tentu penyusun memiliki orientasi untuk membangun persepsi bagi pembacanya bagaimana arah perubahan terjadi antara perkembangan teknologi dengan masyarakatnya.

Penyusun makalah ini juga tidak akan pernah selesai tanpa bantuan kerja sama kelompok yang terus bertukar informasi, ide, pemikiran dan wacana, sehingga kami memahami betul betapa pentingnya bersinergi. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nuraini, S. Kom, selaku Guru Pembimbing Pelajaran TIK. Atas ketegasannya dalam pembentukan kelompok dan penentuan deadline tugasnya sehingga memberikan motivasi untuk menyelesaikan makalah ini sesuai pada waktu yang ditentukan.

Semoga materi yang kami tuangkan dalam makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.


Julok, Maret 2013
Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................................        i
DAFTAR ISI ...............................................................................................................................       ii

BAB I       PENDAHULUAN ....................................................................................................       1
A.     Latar belakang ...................................................................................................       1
B.     Rumusan Masalah ...........................................................................................       1

BAB II      PEMBAHASAN .......................................................................................................       2
A.     Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Masyarakat luas ...       2
B.     Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan ...       3
C.    Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis ..       4
D.    Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan .....       4
E.     Penerapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan. ..       4
F.     Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan. ....       4

BAB III     PENUTUP ...............................................................................................................       5
A.     Kesimpulan ........................................................................................................       5
B.     Saran ..................................................................................................................       5

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................      iii









BAB I
PENDAHULUAN

A.                 Latar Belakang
Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi - Manusia memiliki dua fungsi kedudukan dalam kehidupan ini yaitu sebagai individu dan mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan cara untuk berkomunikasi diantara sesamanya dan merupakan kebutuhan penting agar dapat melakukan interaksi dengan baik. Untuk menciptakan suatu hubungan yang kuat atas dasar kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari, menciptakan sistem dan alat untuk saling berinteraksi, mulai dari gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.

Dengan pertama kalinya komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang pesat dan semakin dirasakan manfaatnya dalam kehidupan kita. Saat ini komputer sudah menjamur dimana-mana. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan, universitas-universitas atau lembaga-lembaga lainnya, tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya kita memiliki radio.

Istilah teknologi informasi mulai populer diakhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektornik (elektronik data processing). Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), computer, komunikasi, dan elektronik digital.

B.                Rumusan Masalah
Hubungan yang saling terpengaruh antara teknologi dengan masyarakat yang tak bisa dipisahkan sejak lama karena keterbutuhannya. Semenjak terjadinya revolisi teknologi atau perkembangan teknologi muncul sebuah konsep baru, information society. Yaitu masyarakat yang ketergantung dengan teknologi informasi.





BAB II
PEMBAHASAN

PERANANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK KEHIDUPAN SOSIAL

A.                 Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Masyarakat luas
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media Internet. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi.

Email, merupakan kunci utama perubahan cara berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu, diantaranya :

1. Forum
2. Milis/Group
3. Situs jejaring social
4. Blog
5. Situs sharing file
6. E-learning menggunakan teleconference

Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas.

Beberapa penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sector perbankan, pendidikan, dan kesehatan.

Penggunaan situs jejaring sosial mengambil bagian penting sebagai alasan masyarakat menggunakan teknologi informasi untuk berkomunikasi dengan sejumlah teman, bahkan menjadi tren sebagai wahana untuk mencari popularitas. Begitu mudahnya seseorang untuk mengunggah atau meng-upload file-file pribadinya dalam bentuk foto-foto, suara dan video. Sebagai contoh terkini bahwa seseorang yang awalnya hanya penyanyi biasa yang hanya mengikuti kompetisi menyanyi lokal, kini menjadi penyanyi yang menjadi sorotan dunia hanya karena mengunggah atau meng-upload video menyanyinya pada situs jejaring Youtube. Berikut ulasan berita dari contoh kasus tersebut yang penulis kutip dari link http://id.wikipedia.org/wiki/Justin_Bieber

Pada usia 12 tahun, Justin mengikuti kontes menyanyi di kotanya, Stratford, dan memenangkan juara kedua. Sejak itu dia mulai mendokumentasikan penampilannya dan mengunggahnya di Youtube, untuk teman-teman yang tak sempat melihatnya tampil. Pada beberapa videonya, Justin menyanyikan lagu-lagu beberapa penyanyi ternama seperti Usher, Justin Timberlake, Ne-Yo, Chris Brown, dan Stevie Wonder dengan versinya sendiri.

Scooter Braun seorang Marketing Eksekutif dari So So Def yang tanpa sengaja menyaksikan penampilannya di Youtube, tertarik dan mengontak Bieber untuk kemudian menerbangkannya ke Atlanta, Georgia untuk bertemu Usher. Usher yang terpesona dengan apa yang ia lihat kemudian menggandeng L.A. Reid, Ketua Island Def Jam dan menawarkan kontrak rekaman melalui label rekaman Island Record pada Justin Bieber yang pada saat itu berumur 15 tahun. Justin kemudian menerbitkan singelnya “One More Time” dan videod di tahun 2009. Sementara album pertamanya, My World, diterbitkan pada November 2009. Album ini juga menampilkan Usher, yang juga tampil dalam video musiknya, “One Time”. Single pertamanya, One Time menduduki posisi ke 12 dalam Canadian Hot 100 dan posisi 26 di the Billboard Hot 100. Bersama Miranda Cosgrove, Bieber menjadi salah satu presenter dalam 2009 MTV Video Music Awards tepat sebelum penampilan Taylor Swift. Beberapa hari sebelumnya, Bieber tampil membawakan lagu “One Time” pada MTV VMA Tour untuk mempromosikan acara tersebut. Pada 26 September 2009, Bieber tampil pada acara YTV’s The Next Star, dan mengumumkan bahwa “One Time” mendapatkan Platinum di Kanada. Pada acara yang sama Bieber juga mengumumkan bahwa singel keduanya, Lonely Girl, dirilis. Berita tersebut memberikan gambaran bahwa teknologi begitu amat sangat berguna bagi masyarakat untuk bersosialisasi melalui dunia maya tanpa mengenal batasan ruang dan waktu.

B.                Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprise Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup system manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.

C.                Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara ektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.

D.                Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan teknologi informasi dan komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui internet banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.

E.                 Penerapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan.
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

F.                 Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan.
System berbasis kartu cerdas (Smart Card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang data ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan computer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.

Teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang secara signifikan mampu berperan dalam membentuk suatu masyarakat modern. Boleh diakui masyarakat masa kini tidak bisa lepas dari internet. Internet bisa menguntungkan namun terkadang bisa juga merugikan sejak empat puluh tahun pada masa ditemukan internet yang terus berevolusi.

Selain mendapat keunggulan lebih cepat, lama penyimpanannya dan luas sebarannya, tidak dapat dipungkiri juga terdapat kelemahan dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Diantaranya lemah dari sisi keamanan yang membuat privasi seseorang merasa terancam,


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perkembangan Teknologi menjadi hal yang positif untuk masyarakat modern jika mereka memandangnya sebagai kemajuan yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Perkembangan itu dibuktikan dengan adanya suatu perubahan antara masyarakat yang mengikuti perkembangan teknologi dengan yang tidak. Oleh sebab itu perkembangan teknologi adalah era yang tidak dapat di tolak karena dapat membantu kita dalam kehidupan sosial. Negatifnya jika kita tidak mempersiapkan atau menghadapi era perkembangan teknologi ini secara cermat, mana yang menjadi keuntungan dan mana yang akan menjadi kerugian

B. Saran
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini sangat jauh dari kata sempurna, maka dari itu sangat diperlukan adanya kritik dan saran yangmembangun dari para pembaca agar nantinya penulis dapat menyusun kembali sebuah makalah yang lebih baik dari yang sekarang dan semoga kiranya makalah ini bisa menjadi sedikit dari begitu banyak makalah yang ada sebagai referensi dan perbandingan bagi para pembaca umumnya dan bagi mahasiswa/si DCC Kayuagung pada khususnya. Akhirnya penulis minta maaf bila dalam penyusunan dan penulisan makalah yang kurang berkenan dan pada Tuhan Yang Maha Esa penulis mohon ampun












DAFTAR PUSTAKA

Michael A. Mirabito - Barbara L. Moergenstern, The New Communication Technologies : Communication in the Modern Age

Michael A. Mirabito - Barbara L. Moergenstern, The New Communication Technologies : Technical Foundations of Modern Communication

http://www.g-excess.com/id/sejarah-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi.html

http://nardyberkomunikasi.wordpress.com/2010/01/15/peranan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-kehidupan-sehari-hari/

William L.Riveres , Teknologi komunikasi & masyarakat modern







Saleum Rakan

RPP & Silabus SMK Lengkap



Download




Saleum Rakan
RANUP ATJEH

Pesona Air Terjun 17 Tingkat Samahani Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar

 

Bosan dengan wisata pantai? Sesekali tidak ada salahnya mencoba destinasi wisata alam lainnya yang lebih memacu adrenalin. Salah satunya adalah dengan mengunjungi wisata air terjun Kuta Malaka yang terletak di Samahani, Kecamatan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar.

Air terjun ini tidak hanya indah, tetapi juga sejuk, airnya berwarna hijau dan sangat dingin. Udara di sekitarnya masih sangat bersih dan segar. Sabtu, 21 April kemarin The Atjeh Post berkesempatan mengunjungi air terjun yang ramai dibicarakan orang tersebut. Berada di sini tidak hanya membuat pikiran menjadi segar, tetapi membuat kita lupa sejenak pada kesibukan rutinitas yang padat.

Ekosistem di sekelilingnya juga masih sangat alami, banyak satwa liar yang masih ada di sekitar tempat ini, aneka burung warna-warni dan kicaunya yang merdu adalah suguhan alam yang tidak akan terlupakan, kadangkala kita juga bisa mendapati jejak rusa atau harimau yang berada di kawasan tersebut.

Beberapa tahun yang lalu wisata air terjun ini masih menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu akhir pekannya. Suasana alam pegunungannya yang sejuk dan indah membuat siapa pun yang datang ke sana akan berdecak kagum.

Sekarang kondisi jalan menuju ke air terjun sudah rusak parah, ketika hujan ruas jalan banyak yang membentuk parit - parit kecil yang digenangi air, apalagi dengan kondisi jalan yang tidak teraspal membuat masyarakat enggan untuk berkunjung.

Kondisi ini seolah menegaskan bahwa pemerintah masih setengah-setengah dalam mengembangkan dan mengelola objek wisata alam yang bisa menjadi sumber pedapatan daerah.

Terletak di atas ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, air terjun ini oleh sebagian anak - anak Pencinta Alam disebut sebagai air terjun 17 tingkat, dengan ukuran tinggi air yang bervariasi setiap tingkatnya.

Tingginya rata-rata dari satu meter sampai 10 meter lebih, lebarnya juga bervariasi, berkisar antara tiga meter sampai lima meter. Tekstur bebatuannya yang cadas membuat kondisi badan sungai menjadi licin dan menimbulkan suara gemericik yang keras ketika air mengalir.

Karena keterbatasan waktu The Atjeh Post hanya sempat mencapai beberapa tingkat air terjun saja, apalagi medannya masih agak sulit untuk dijangkau ke semua tingkatannya.
Untuk sampai ke tempat ini membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari kota Banda Aceh, dengan jarak tempuh sekitar 20 kilo meter. Dari simpang Kuta Malaka kita memerlukan waktu sampai satu jam untuk bisa mencapai ke lokasi wisata.

Saat musim kemarau tekstur jalan yang berbukit-bukit membuat badan jalan menjadi berpasir, bukan hanya menyulitkan ketika roda kendaraan melaju di atasnya tetapi juga berdebu. Lain lagi ketika musim penghujan, jalan menjadi licin dan sukar ditempuh kecuali dengan kendaraan jenis tertentu seperti trail dan pengendara yang benar-benar menguasai medan ekstrem.

Lem, salah seorang warga Samahani yang ikut merintis membuka jalan ke air terjun bebera tahun lalu mengatakan bahwa jumlah pengunjung menjadi sepi sejak kondisi jalan semakin rusak.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun lalu saat jalan menuju air terjun baru di buka dan jalur lintasnya masih mudah dilalui.

“Pemda Aceh Besar rencananya akan membangun tempat wisata ini, dan akan dilakukan dalam waktu dekat ini, rencananya jalan ini akan tembus sampai ke Jantho namun untuk sementara ini sedang terhenti karena sedang berlangsungnya pesta demokrasi,” kata Lem kepada The Atjeh Post, Sabtu, 21 April 2012.

Sehari - hari Lem mengelola kebun buah naga yang berada di sekitar air terjun, lebih jauh Lem mengatakan kondisi jalan semakin beresiko bagi pengunjung. “Jalannya belum padat dan tanjakannya tinggi, dan itu sangat beresiko,” katanya.













Saleum Rakan
RANUP ATJEH